Jumat, 30 Januari 2015

Saat Ini, Karma...

Singkat cerita, aku menjalankan karma. Mungkin salah aku juga tak hiraukan rasanya. Tapi, apa salah apabila aku menghiraukannya? Sedangkan ia sudah punya yang lain.
Sekarang, saatnya mengejarnya. Mengejar hati yang pernah menyayangi hati ini dengan perhatian, yang dulu selalu dibentak setiap hari, yang dulu selalu mendekat, yang selalu saja mau diperhatikan dengan penuh kasih saying. Susah? Memang. Capek? Sangat. Pengen lari? Gak bisa. Aku pasrah… Setiap hari aku selalu berdoa tentangnya. Salah memang, tetapi aku baru menyadari kalau ia sangat berarti.
Suatu ketika aku iseng menghubunginya ketika ia meng-update pesan bbm-nya.
“Apa kabar, Ki? Lama kita gak ketemu”
“Baik, Ca. Lo?”
“Baik juga, Ki. Oya, nanti tanding jam berapa?”
“Jam 3, Ca”
“Oyaudah nanti gua dateng, tenang aja, ntar gua deh yang teriak paling kenceng!”
“Oke, duduk ditribun SMA kitaorang yaa..”
“Oke”
Percakapan berjalan lumayan panjang. Aku memang akrab dengannya, tetapi tidak dengan keesokan  harinya ketika semi final.
“Masuk semi final, Ki?”
“Masuk, Ca.”
“Besok jam berapa?”
“Jam 17.30”
“Oke oke”
Tetap berakhir dengan tanpa balasan. Sedikit sekali bukan? Yap! Itulah karma. Selalu datang ketika aku benar ingin serius. Aku tidak pernah menyadari ini akan terjadi. Yang aku tau, aku selalu diingat dan dikenang olehnya. Tapi apa daya, semua hampa. Tak akan satupun tebakanku yang benar.
Sudah sekian lama aku tidak menghubunginya lewat BBM. Namun, kali ini aku mencoba menghubunginya lagi dengan mengirimkan foto lucunya sewaktu SMP.
“Liat deh muka lo, Ki. Lucu kann?” tulisan itu tertera diketerangan foto yang aku kirim.
Namun apa daya? Tak ada balasan darinya. Mungkin, ia takut jatuh lalu aku siakan lagi. Mungkin, ia tak mau kenal denganku lagi. Dan beginilah caranya untuk menjauh dariku, LAGI…
Dimasa sesulit ini, aku didatangkan dengan 2 pilihan. Memilih Rizki atau Daka. Daka, ia seseorang yan datang dari masalaluku. Yang mengajakku untuk membuka lembaran baru dalam memulai hubungan berpacaran. Aku bingung. Setiap malam aku melakukan istikharah dan tahajud. Seketika aku tidur, aku mendapatkan suatu pesan, entah ini benar jawaban dari istikharah atau aku yang terlalu mengharapkannya.
Aku selalu bermimpi Rizki setiap hari. Mulai dari kami saling berhubungan lewat handphone, hingga pada akhirnya kami berpacaran. Sangat senang, namun aku tetap bingung harus bagaimana menghadapi sikap Rizki yang begitu cool denganku.
Suatu ketika, aku meminta bantuan kepada teman-teman terdekat aku dan Rizki. Aku selalu bercerita kepada mereka apa yang aku rasakan pada Rizki. Berbunga-bunga hatiku ketika membayangkan mimpi itu menjadi kenyataan. Setiap kali, setiap saat aku selalu menunggu update Rizki, tapi tak kunjung muncul. Hingga pada akhirnya, aku mencari semua social media yang ada miliknya. Berhasil! Aku menemukannya.
Setelah beberapa hari ia menerima permintaan pertemananku, aku selalu berucap apa yang aku harapkan, aku selalu berucap yang mengarah padanya. Alhasil, ia tetap saja tidak peka. Bagaimana lagi caranya? Aku sudah bertanya pada semua yang paham dengan keadaan, tetap saja aku disuruh untuk terus berjuang. Lalu sampai kapan aku mendapatkannya jika terus begini?
Selalu aku mencari informasi lewat teman 1 sekolahnya. Yang aku dapatkan memang jawaban yang selalu membuat sakit para wanita.
“Bantuin dong buat deket sama Rizki, Fah..”
“Bukan gak mau bantuin, Ca. Tapi, Rizki itu susah ditebak. Apalagi dia jarang cerita”
“Huft, yaudah deh, Fah”
“Eh tapi, Ca, kayanya gua pernah deh baca pesan dia sama siapa gitu gatau gua. Isinya itu kawannya Rizki ngajakin jalan. Terus gua lupa”
“Yaudah deh, Fah.. Makasi yaa. Thxies banget pokoknya!”
“Iya, Ca, sama-sama dehh..”
Sesakit ini yang harus aku terima? Ya Allah. Mungkin aku salah mencintai lawan jenisku sebelum waktunya tiba. Tapi setidaknya berikanlah aku kesempatan untuk dekat dengan ia ya Allah..
Itulah isi doaku setiap malam. Dan sampai hari ini, aku tetap mendambakan cinta yang datang dan tidak pergi. Dan sampai saat ini, aku masih memperjuangkan akhir dari karma ini..

Sabtu, 12 April 2014

Kau Dengannya, Bukan Denganku


Biarkan dia menari bahagia diatas langit
Biarkan mereka bahagia tertawa bersama
Biarkan angin sebagai pengiring kebersamaannya
Biarkan hujan yang mengabadikan keindahan mereka

Mereka tak bersalah
Mereka layak untuk memperjuangkan  dan menerima cinta satu sama lain
Mereka berhak untuk saling menaruh hati yang tak akan terluka itu
Dan mereka pantas untuk menerima pujian dari org lain

Tapi mengapa? Mengapa aku yang harus kau lukai?
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih tau tentangmu
Aku lebih mengenangmu sepanjang masa, walau kau tak pernah menjadikan aku Peri di Hatimu
Walau aku memang tak sepantasnya untuk kau cintai

Aku berjuang sehari nya aku melewatinya untukmu
Aku berani mengungkapkan isi hati, walau tak semestinya aku yang berkata

Tapi, apa semua?
Berjalan lancer? Tidak!
Berjalan baik-baik?Tidak!
Sia-sia? Ya!

Aku selalu terluka, tapi aku terima
Kekalahan bukan alas an aku untuk berhenti mencintai, menyayangi, dan mengenangmu.
Aku tidak lemah
Bahkan aku bertekad untuk mempertahankan semuanya demi untuk cinta yg ku abadikan dalam lubuk hati ini
Demi rasa sayang yang baru aku temukan ini

Aku mundur, aku tak kuasa melihat kau bersama nya
Aku tak mau dibilang gadis perebut milik orang
Aku menghilang walau aku selalu Nampak didepan kau, yang selalu kau anggap sampah dari bagian hidupmu
yang selalu kau hina, kau benci seumur hidupmu.
Tapi tak mengapa, karena kau tak mengerti arti dari aku bertahan
Hingga aku pergi menghilang
Itu semua karena kamu, kamu yang selalu ada dihatiku, sampai akhir hidupku…

Cinta, Aku Pergi...


Aku tau tak begini caraku menyampaikan ini
Aku tau tak seharusnya aku lepas sayang ini
Aku memang bodoh rela kehilangan
Hati kecil ku selalu berkata untuk tak melepasnya
Tapi akal pikiran yang bermaksud semua ini berakhir

Cinta ini pergi lagi
Entah harus apa aku sekarang
Tertekan lagi dengan rasa yang masih ku pendam
Rasa yang mungkin akan tertanam tapi tak untuk ku ungkapkan
Walau ku tau akan tumbuh seiring sejalan
Tapi ku tau, kau harusnya tak memilih aku

Aku bukan wanita sempurna
Aku tak mencintaimu, hanya aku tak sanggup kau pergi menjadi milik orang lain
Karena aku sayang, hanya sekedar sayang
Itu sebab aku bertahan
Namun aku pun tak suka dengan kekangan yang kau buat
Aku wanita bebas yang tak pantas untuk kau cinta

Entah sampai kapan cinta ini datang, aku tak mau lagi
Aku takmau menjadi orang yang kau cintai
Aku tak mau menjadi bagian dari pemikiranmu selamanya
Aku bukan Tuhan yang selalu kau ingat
Aku hanya ingin menjadi aku yang tak ingin disamakan oleh orang lain

Untukmu, Kasih Tak Sampai...


Sepenggal kisah aku genggam
Sepenggal cinta aku rindukan
Sepenggal kata yang selalu terucap
Sepenggal rindu yang tak terbalaskan

Aku datang, aku ingin kembali, aku rindukan pelukanmu
Aku ingin mengakhiri semua bersamamu..
Aku menyayangi sayang yang terbuang sia sia tanpamu
Aku takut kamu hilang pergi bahkan takkan kembali

Suratan cinta memang begini
Aku selalu bersedih meratapi nasib yang kini terjadi
Terjadi karena kejadian lampau tak ku hiraukan
Melainkan tak membalas cinta yang kau tanamkan

Kini kau pergi, kau jauh, kau terbunuh oleh mimpiku
Mimpi yang ku inginkan agar terus bersama dirimu
Tangis rindu, tangis cinta yang ku ciptakan, semata karena ku takut kau hilang
Dan itu ada, dan benar terjadi..

Aku menyesal, tlah ku biarkan kau pergi menghilang
Aku merelakan apa yang seharusnya tak ku relakan
Aku merindu sangat merindu..
Aku mencinta, hingga akhir menutup mata..

Kamis, 18 Juli 2013

Ketika Aku Tanpanya...


Coba saja kau tau aku, aku yang kini sakit, terluka. Tapi kau tak akan pernah tau. Yang kau tau hanya satu, “AKU SUDAH BUKAN SIAPA-SIAPA KAMU”. Itu saja. Aku tak tau apa kau menanggap aku sebagai masa lalu yang indah atau mungkin hanya pelampiasan?
Kau mungkin mencari alasan untuk bersama dengan yang lain. Alasan yang mennurutmu masuk akal, tpi bagiku tidak. Mungkin karena kondisi kita sekarang adalah LDR, Long Distance Relasionship. Tapi, jika memang CINTA, apa itu menjadi kendala?
Sudah 2 hari kulewati sepi ini tanpamu, tanpa kehadiranmu disaat aku terbenam sepi. Aku masih mengharapkanmu, tapi apa daya tangan tak sampai. Jika kamu memang MENCINTAI DIRINYA, kejarlah.. Mungkin memang itu jalan takdir yang harus ku alami&kau jalani..
CINTA...
Selamat jalan..
Kau kini sudah hancur, pupus..
Ku harap kau dapat hidup kembali, bersama kekasih hati LAINNYA...

            Perih, bila ku ingat lagi..
            Janji yang pernah kita ucapkan dulu
            Mengapa kini kau ubah semuanya?
            Tak mengerti, tak mengerti aku...

            Biarkanlah, cinta tak terbalas
            Bila memang harus, ku nikmati cinta hanya SEBATAS MIMPI...
            Biar saja kasih, indah tak pernah lekang
            Walau semua ini hanya SEBATAS MIMPI..     .

Kalian, yang merasakan hal yang sama, berpikirlah dewasa. Tak ada yang takmungkin didunia ini. Jika memang nanti ditakdirkan untuk bersama, bersyukurlah, berarti cintamu tak sia-sia. Tapi jika memang ditakdirkan untuk tidak bersama, lupakan dia, mungkin dia hanya sebuah angin lalu, debu, ataupun iklan dalam hidup kita.
1 hal, DIA MEMANG TAK AKAN TAU PERASAAN KITA YANG SEBENARNYA, dan kita pun tak tau juga apa yang dia rasakan KETIKA BERSAMA KITA. Itulah yang harus kita pahami ketika kita belajar dewasa. Semua isi hati manusia tidak semuanya kita ketahui. Jadi, berusahalah IKHLAS menerimanya jika memang bukan takdir dan jalan kita..